PT. Trieka Agro Nusantara Gelar Pelatihan Petani Kelapa Sawit P2KS di Tiga Desa Binaan
PT. Trieka Agro Nusantara (PT. TAN), anak perusahaan Triputra Agro Persada Group, sukses menyelenggarakan Program Pelatihan Petani Kelapa Sawit (P2KS) bagi para petani di tiga desa binaan, yakni Desa Panopa, Desa Karang Taba, dan Desa Kawa.
Pelatihan ini berlangsung dalam dua gelombang:
Batch 1: 4–6 Agustus 2025
Batch 2: 7–9 Agustus 2025
Kegiatan dibuka secara resmi dengan dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Lamandau Bapak Penyang,M.Ec.Dev., Camat Lamandau Bapak Agus Siswanto,S.E., Kepala Desa Panopa, Kepala Desa Karang Taba, dan Kepala Desa Kawa.
Dari jajaran manajemen Triputra Agro Persada Group dijakarta, hadir secara daring via Zoom Meeting Deputy Director Human Capital Bapak Handoko G. Immanuel, bersama General Manager Kalteng–Sumatera Bapak Japatar Banjarnahor.
Di PT TAN dihadiri langsung Oleh Pimpinan PT. TAN Bapak Andri Julian Marpaung Selaku Estate Manager, dan Manager Training Centre TAPG Bapak Benny J. Sigalingging.
Rangkaian Kegiatan dan Materi Pelatihan
Program P2KS dirancang untuk meningkatkan kemampuan teknis dan manajerial petani sawit rakyat, sehingga mampu mengelola kebun dengan produktivitas dan efisiensi setara dengan perusahaan besar.
Materi yang disampaikan mencakup seluruh siklus pengelolaan kebun kelapa sawit, antara lain:
- Proses Land Clearing (LC) & Penanaman – teknik persiapan lahan, penanaman sesuai standar, dan pengaturan jarak tanam.
- Pembibitan – mulai dari seleksi benih unggul, pembibitan awal (pre-nursery), pembibitan utama (main nursery), hingga perawatan bibit.
- Pemeliharaan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) & Tanaman Menghasilkan (TM) – pemangkasan, penunasan, dan pemeliharaan umum.
- Pengendalian Gulma – identifikasi jenis gulma, metode manual dan kimia, serta prinsip pengendalian efektif.
- Hama & Penyakit Tanaman – jenis hama dan penyakit utama, pengendalian biologis, serta penerapan integrated pest management.
- Pemupukan – perhitungan kebutuhan pupuk, teknik aplikasi tepat dosis, dan jadwal pemupukan efektif.
- Persiapan Panen – pemeriksaan kondisi buah, pembentukan tim panen, dan penyediaan peralatan.
- Proses Panen – teknik pemanenan yang benar, sortasi buah, dan penanganan pasca-panen untuk menjaga kualitas TBS.
Metode pelatihan dilakukan secara teori di kelas dan praktek lapangan di kebun PT. TAN, serta kunjungan langsung ke kebun salah satu peserta pelatihan untuk melihat penerapan teknik di lapangan.
Antusiasme Peserta
Selama enam hari pelaksanaan (terbagi dua batch), antusiasme peserta terlihat sangat tinggi. Para petani aktif berdiskusi, bertanya, dan mencoba langsung teknik yang diajarkan.
“Saya sangat terbantu dengan materi pemeliharaan tanaman. Ada banyak hal baru yang bisa saya terapkan di kebun saya,” ujar Bapak Wardino dari Desa Kawa (Batch 1).
“Pelatihan ini membuka wawasan saya, terutama soal pengendalian hama yang ramah lingkungan,” tambah Bapak Rijang dari Desa Karang Taba (Batch 1).
“Metode pelatihannya mudah dipahami. Saya optimis hasil kebun saya akan lebih baik,” ungkap Bapak Julianto dari Desa Panopa (Batch 2).
“Praktik di lapangan membuat saya lebih mengerti cara kerja yang efisien,” kata Bapak Lagon dari Desa Panopa (Batch 2).
“Saya berharap pelatihan seperti ini bisa rutin dilakukan supaya kami petani terus berkembang,” harap Bapak Heryanto dari Desa Kawa (Batch 2).
Pesan dan Harapan Manajemen
Dalam hal ini disampaikan oleh Bapak Handoko G. Immanuel (Deputy Director Human Capital TAPG), “Program P2KS adalah wujud nyata komitmen kami membangun kemitraan yang saling menguntungkan dengan masyarakat. Kami ingin para peserta mampu menjadi agen perubahan di desa masing-masing. Dengan pengelolaan kebun yang baik, petani akan sejahtera, desa akan berkembang, dan Indonesia akan semakin maju. Inilah semangat kami: TAPG Untuk Negeri – Dari Kita Untuk Indonesia.”
Bapak Japatar Banjarnahor (General Manager Kalteng–Sumatera TAPG) juga menyampaikan bahwa “Pelatihan ini adalah bukti bahwa perusahaan tidak hanya berfokus pada operasional internal, tetapi juga pada pemberdayaan petani di sekitar wilayah operasional. Kami ingin membangun hubungan yang erat, berbagi pengetahuan, dan memastikan bahwa kemajuan perusahaan sejalan dengan kemajuan masyarakat.”
Bapak Andri Julian Marpaung selaku Estate Manager PT. TAN juga mengatakan bahwa "kita ingin petani Kelapa Sawit di 3 desa binaan PT. TAN memiliki pengetahuan dan keterampilan yang setara dengan best practice di perusahaan² besar. Keberhasilan petani adalah keberhasilan kita semua. Dari Indonesia, oleh Indonesia, dan untuk Indonesia.”
Disela coffebreak, Bapak Benny J. Sigalingging selaku Manager Training Centre TAPG dan juga sebagai Ketua Pelaksana Kegiatan ini menyampaikan, “Kami mendesain program ini agar peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga pengalaman langsung di lapangan. Harapan kami, peserta dapat mempraktikkan semua yang dipelajari, sehingga hasil kebun meningkat secara nyata.”
Apresiasi dari Pemerintah Daerah
Dalam hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Lamandau Bapak Penyang,M.Ec.Dev, “Kami mengapresiasi inisiatif PT. TAN melalui program P2KS ini. Pelatihan seperti ini sangat dibutuhkan oleh petani sawit rakyat untuk meningkatkan keterampilan mereka. Dengan teknik budidaya yang tepat, kami yakin pendapatan petani akan meningkat, dan ini tentu berdampak pada kesejahteraan masyarakat serta perekonomian daerah.”
Bapak Camat Lamandau Agus Siswanto,SE juga dalam sambutannya mengatakan, “Kerjasama antara perusahaan dan masyarakat desa seperti ini harus terus dipertahankan. P2KS adalah langkah konkret yang menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kepedulian terhadap masyarakat sekitar. Semoga peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang telah didapat, dan menjadi contoh bagi petani lainnya di wilayah Lamandau.”
Makna Program P2KS
Program P2KS yang mengusung slogan “Petani Sukses, Indonesia Sukses” merupakan bagian dari strategi Corporate Social Responsibility (CSR) PT. TAN dalam bidang pemberdayaan ekonomi. Melalui program ini, perusahaan berharap terbentuk kelompok petani yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan, sehingga mampu menjadi motor penggerak perekonomian desa. Seluruh materi dibawakan oleh Trainer dan profesional TAPG yang berpengalaman luas di dunia perkebunan kelapa sawit, sehingga peserta mendapatkan pengetahuan praktis yang aplikatif di lapangan.
Kegiatan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif, di mana para petani antusias mengajukan pertanyaan dan berdiskusi langsung dengan para narasumber/trainer. Dengan berakhirnya Batch 2 pada 9 Agustus 2025, PT. TAN berencana melakukan pendampingan berkelanjutan bagi para alumni pelatihan untuk memastikan ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara maksimal di kebun masing-masing.
Jargon Kegiatan:
π’ TAPG Untuk Negeri – Dari Kita Untuk Indonesia
π± P2KS: Petani Sukses, Indonesia Sukses
Fantastis, Luar Biasa, Yes We Can πͺπΌπ







Komentar
Posting Komentar